Tue, 21 April 2026
Humas MTsN 4 Bone
Libureng, 21 April 2026 — Pagi itu, langkah para pendidik tak hanya menapaki jalan menuju sebuah rumah, tetapi juga menyusuri lorong sunyi yang sempat membuat seorang siswa “menepi” dari irama sekolah setiap hari Selasa selama empat pekan terakhir.
Wali kelas VII.B bersama guru Bimbingan dan Konseling (BK) hadir bukan sebagai penanya, melainkan sebagai “penyulut cahaya” di tengah redupnya semangat yang sempat menyelimuti. Di balik dinding rumah, tersimpan kisah yang selama ini menjadi “simpul diam” dalam perjalanan belajar sang siswa.
Percakapan yang terjalin perlahan berubah menjadi “aliran hangat”, mencairkan jarak antara sekolah dan keluarga. Kata demi kata menjelma “jembatan rasa”, membuka ruang bagi harapan yang sempat tertutup kabut.
Dari pertemuan sederhana itu, lahirlah sebuah “janji yang berdenyut”—komitmen untuk kembali melangkah, menjemput hari-hari belajar tanpa lagi tersisih, termasuk pada hari Selasa yang sebelumnya menjadi “ruang kosong”.
Guru BK menanamkan “benih keyakinan” agar siswa mampu bangkit dari bayang-bayangnya, sementara orang tua bersedia menjadi “penjaga lentera” agar langkah anak tetap terang dan terarah.
Home visit ini bukan sekadar kunjungan, melainkan “sentuhan makna” yang menghidupkan kembali semangat yang sempat meredup. Dari sudut kecil di Libureng, tersirat harapan besar: bahwa setiap langkah yang pernah goyah, selalu punya kesempatan untuk kembali tegap dan bermakna.
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via