Thu, 29 October 2026
Humas MTsN 4 Bone
LIBURENG, Kamis (29/10/2026) . Pembelajaran antimainstream mewarnai inovasi supervisi akademik di MTsN 4 Bone melalui kolaborasi mata pelajaran Fikih dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Mengangkat tema “Lidah Mengatakan Enak, Sains Menguji Kandungan, Syariat Menentukan Halal”, kolaborasi ini menghadirkan perspektif berbeda dalam mempelajari makanan dan minuman halal-haram.
Supervisi akademik ini melibatkan Hasna sebagai guru Fikih dan Ahmad Yani sebagai guru IPA, dengan Sahir, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, sebagai supervisor.
Berbeda dari pembelajaran yang hanya berfokus pada teori, pendekatan ini menghubungkan ketentuan syariat Islam dengan pengetahuan ilmiah tentang makanan dan minuman. Murid diajak melihat bahwa persoalan pangan tidak cukup dinilai dari rasa, tampilan, atau popularitas produk, tetapi juga perlu ditelaah dari aspek kehalalan, kandungan bahan, dan keamanan konsumsi.
Dalam perspektif Fikih, kehalalan makanan dan minuman ditentukan berdasarkan ketentuan syariat. Sementara itu, IPA membantu murid memahami komposisi bahan pangan, zat aditif, informasi label, serta aspek keamanan makanan melalui pendekatan ilmiah.
Gagasan antimainstream ini menghadirkan pertanyaan pemantik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: Apakah makanan yang enak pasti halal? Apakah makanan yang aman dikonsumsi otomatis halal? Bisakah pengujian laboratorium menentukan status halal suatu produk?
Pertanyaan tersebut membuka ruang bagi murid untuk berpikir kritis, membandingkan sudut pandang, dan memahami batas peran masing-masing bidang ilmu. Pengujian ilmiah dapat membantu mengidentifikasi kandungan tertentu, tetapi penetapan halal tetap memerlukan penilaian berdasarkan syariat, bahan, dan proses produksi.
Melalui supervisi kolaboratif ini, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan literasi sains, ketelitian, dan kesadaran beragama. Murid didorong menjadi pembelajar yang tidak mudah menyimpulkan sesuatu hanya berdasarkan penampilan atau anggapan umum, melainkan mampu mempertimbangkan informasi dan dasar pengetahuan yang relevan.
Kolaborasi Fikih dan IPA menjadi salah satu gagasan inovatif untuk menghadirkan pembelajaran madrasah yang kontekstual, interdisipliner, dan dekat dengan realitas kehidupan. Pendekatan ini sekaligus membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui supervisi akademik berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.
Humas MTsN 4 Bone
Berilmu, Berakhlak, Berprestasi
Maju, Bermutu, Mendunia
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via