Tue, 14 July 2026
Humas MTsN 4 Bone
Inovasi Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Herbisida Nabati Ramah Lingkungan
Latar Belakang
Ketapang Kencana (Terminalia mantaly) merupakan tanaman peneduh yang banyak tumbuh di lingkungan madrasah. Daun yang gugur setiap hari umumnya menjadi limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Daun Ketapang Kencana mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti fenolik, tanin, dan saponin, yang termasuk kelompok alelokimia. Berdasarkan berbagai penelitian, senyawa tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan gulma melalui mekanisme penghambatan proses fisiologis tanaman. Oleh karena itu, limbah daun Ketapang Kencana dapat dimanfaatkan sebagai eco-herbisida, yaitu herbisida nabati yang lebih ramah lingkungan dibandingkan herbisida sintetis.
Dalam formulasi ini, penambahan garam kasar membantu meningkatkan tekanan osmotik sehingga mempercepat dehidrasi jaringan gulma, sedangkan sabun cuci piring cair berfungsi sebagai surfaktan agar larutan lebih mudah menempel pada permukaan daun.
Inovasi ini mendukung implementasi Program ASRI, Adiwiyata Nasional Menuju Adiwiyata Mandiri, pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta penguatan nilai Ekoteologi, yaitu menjaga kelestarian alam sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Alat
Blender
Panci stainless steel
Kompor gas portable
Gelas ukur
Corong plastik
Kain saring atau kasa halus
Wadah penampung
Botol semprot (sprayer) ukuran 500 mL atau 1 liter
Bahan
1 kg daun Ketapang Kencana (Terminalia mantaly) hijau atau kering
1 liter air bersih
2 sendok makan garam kasar (grosok)
1 sendok makan sabun cuci piring cair
Langkah Kerja
1. Persiapan
Kumpulkan daun Ketapang Kencana yang gugur di lingkungan madrasah. Bersihkan dari kotoran, plastik, dan kerikil, kemudian timbang hingga mencapai 1 kg.
2. Penghalusan
Blender daun hingga halus agar dinding sel terbuka sehingga senyawa aktif lebih mudah terekstraksi.
3. Ekstraksi
Masukkan daun yang telah dihaluskan ke dalam panci, tambahkan 1 liter air, lalu rebus selama kurang lebih 25 menit setelah air mendidih hingga menghasilkan ekstrak berwarna cokelat tua kehitaman.
4. Pencampuran
Matikan kompor, kemudian tambahkan garam kasar ke dalam ekstrak yang masih panas sambil diaduk hingga larut sempurna.
5. Penyaringan
Biarkan larutan hingga dingin, kemudian saring menggunakan kain saring atau kasa halus untuk memisahkan ampas daun dari ekstrak.
6. Finishing
Tambahkan sabun cuci piring cair sebagai surfaktan, kemudian aduk perlahan hingga tercampur merata.
Cara Aplikasi
Dosis
Encerkan ekstrak pekat dengan air bersih menggunakan perbandingan 1 : 1.
Cara Penyemprotan
Semprotkan larutan secara merata pada daun dan batang gulma.
Waktu Aplikasi
Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada siang hari saat cuaca cerah agar efektivitas kerja senyawa alelokimia terhadap gulma dapat berlangsung secara optimal.
Manfaat Inovasi
Mengurangi limbah organik daun Ketapang Kencana di lingkungan madrasah.
Menghasilkan herbisida nabati yang lebih ramah lingkungan.
Mengurangi ketergantungan terhadap herbisida kimia sintetis.
Mendukung pengelolaan lingkungan berbasis 3R.
Menguatkan implementasi Program Adiwiyata Nasional menuju Adiwiyata Mandiri.
Menanamkan nilai Ekoteologi melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
Menjadi media pembelajaran kontekstual bagi peserta didik tentang inovasi lingkungan dan pelestarian alam.
Motto Inovasi
“Dari Daun Gugur Menjadi Solusi, dari Madrasah Hijau untuk Bumi yang Lestari.”
Naskah ini sudah menggunakan bahasa yang lebih ilmiah dan aman secara akademik, sehingga cocok dijadikan proposal inovasi Adiwiyata Mandiri, karya tulis ilmiah, poster inovasi, maupun bahan presentasi.
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via