Fri, 5 December 2025
Humas MTsN 4 Bone
Libureng, 5 Desember 2015– MTsN 4 Bone menyelenggarakan Rapat Kerja Tim Pengembang Kurikulum sebagai langkah strategis dalam penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) yang harus diterapkan mulai tahun pelajaran mendatang. Rapat yang berlangsung intensif tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, menandai komitmen kuat lembaga dalam memastikan kurikulum baru berjalan optimal sesuai KMA Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Struktur Kurikulum Madrasah Tsanawiyah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakamad Kurikulum, koordinator mata pelajaran, guru inti, serta seluruh anggota tim pengembang kurikulum. Dalam arahannya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa perubahan struktur kurikulum memerlukan kesiapan konsep, dokumen, serta penyesuaian proses pembelajaran di setiap kelas.
> “KMA 1503 membawa beberapa penguatan baru, termasuk integrasi mata pelajaran pilihan dan penguatan kompetensi abad 21. Karena itu, penyusunan KOM harus dilakukan cermat, terukur, dan sesuai kebutuhan madrasah,” tegas Kepala Madrasah dalam rapat tersebut.
Fokus Pembahasan Rapat
Rapat berlangsung dengan agenda lengkap yang mencakup:
1. Analisis Struktur Mata Pelajaran Kelas VII, VIII, dan IX
Tim menelaah kembali jumlah mata pelajaran wajib, alokasi jam pelajaran (JP) mingguan, serta perbedaan struktur antara tiap jenjang sesuai tabel resmi KMA 1503.
2. Penyesuaian Alokasi JP dan Distribusi Guru
Pembahasan difokuskan pada 36 minggu pembelajaran untuk kelas VII–VIII dan 32 minggu untuk kelas IX. Penyesuaian ini mencakup:
Alokasi intrakurikuler dan total JP per minggu
Penetapan beban mengajar guru
Penentuan ruang belajar dan pengelolaan jadwal
3. Integrasi Mata Pelajaran Pilihan
Rapat menggarisbawahi kehadiran mata pelajaran baru seperti Koding dan Kecerdasan Artifisial, yang menjadi tuntutan era digital. Tim menentukan strategi implementasi agar mapel ini dapat diberikan secara efektif sesuai fasilitas madrasah.
4. Penetapan Muatan Lokal
Madrasah merumuskan muatan lokal yang relevan dengan karakter lingkungan, potensi daerah, dan kekhasan budaya. Penetapan ini mempertimbangkan:
Ketersediaan guru
Kebutuhan peserta didik
Kesesuaian dengan arah kebijakan madrasah
5. Sinkronisasi Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler
Penyelarasan ini penting agar pembelajaran tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, keterampilan, dan budaya madrasah.
6. Penyusunan Dokumen Kurikulum Operasional Madrasah (KOM)
Rapat menghasilkan daftar tugas tim, termasuk penyusunan:
Profil madrasah
Visi dan misi pembelajaran
Struktur kurikulum per jenjang
Kalender pendidikan
CP, TP, ATP, Prosem, dan RPP
Mekanisme penilaian pembelajaran
Strategi pembinaan peserta didik
7. Persiapan zu8. di Tahun Pelajaran Mendatang
Tim merumuskan tahapan implementasi, termasuk sosialisasi kepada guru, penguatan perangkat pembelajaran, hinggapi monitoring pelaksanaan kurikulum.
Komitmen Peningkatan Mutu
Dengan terlaksananya rapat kerja ini, MTsN 4 Bone menegaskan komitmennya untuk menyusun KOM yang berkualitas, adaptif, dan sesuai kebutuhan peserta didik. Seluruh keputusan yang dihasilkan dalam rapat ini diharapkan menjadi landasan kuat dalam peningkatan mutu proses pembelajaran di madrasah.
Kepala Madrasah menyampaikan harapan agar kurikulum baru ini tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih efektif, relevan, dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami.
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via