Mon, 27 July 2026
Humas MTsN 4 Bone
Libureng ,MTsN 4 Bone terus memperkuat komitmennya sebagai madrasah berbudaya lingkungan melalui pengembangan inovasi CI-BAMPIS (Cairan Organik Batang Pisang), sebuah pupuk organik cair yang memanfaatkan limbah batang pisang menjadi produk bernilai guna tinggi. Inovasi ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung Program Adiwiyata sekaligus mengedukasi warga madrasah tentang pentingnya pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan.
Inovasi CI-BAMPIS digagas oleh Guru IPA MTsN 4 Bone, Ibu Masrida, sebagai bentuk pemanfaatan potensi lingkungan sekitar yang selama ini belum dimaksimalkan. Melalui proses fermentasi menggunakan EM4 dan molase, batang pisang yang sebelumnya dianggap limbah diolah menjadi pupuk organik cair yang kaya unsur hara, seperti kalium (K), nitrogen (N), dan fosfor (P), sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.
Menurut Ibu Masrida, inovasi ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah organik, tetapi juga menjadi media pembelajaran kontekstual bagi peserta didik agar mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin menanamkan pemahaman kepada peserta didik bahwa limbah dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat. Melalui CI-BAMPIS, mereka belajar berinovasi sekaligus membangun karakter peduli lingkungan,” ujarnya.
Kepala MTsN 4 Bone, A. Ridwan, memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, CI-BAMPIS merupakan bukti bahwa madrasah mampu menghadirkan solusi inovatif melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
“Inovasi ini mencerminkan semangat MTsN 4 Bone dalam membangun budaya riset, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap CI-BAMPIS dapat menjadi inspirasi sekaligus praktik baik dalam mendukung terwujudnya Madrasah Adiwiyata Mandiri,” ungkapnya.
Pupuk organik cair hasil inovasi CI-BAMPIS dimanfaatkan untuk pemeliharaan berbagai tanaman di Green House, Kebun Gizi, Apotek Hidup, dan kawasan penghijauan MTsN 4 Bone. Selain mendukung pertumbuhan tanaman secara alami, program ini juga memperkuat implementasi prinsip reduce, reuse, recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Melalui inovasi CI-BAMPIS, MTsN 4 Bone kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang unggul, inovatif, dan berwawasan lingkungan. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga melahirkan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan kelestarian alam.
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via